Dajjal dan Kedahsyatan Fitnahnya

 

Visualisasi wajah Dajjal hanyalah penggambaran yang dibuat berdasarkan Hadits Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم . Adapun wajah aslinya hanyalah Allõh سبحانه وتعالى yang Maha Mengetahuinya.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allõh سبحانه وتعالى, mudah-mudahan kita selalu dikaruniai rahmatdan maghfiroh-Nya. Ãmĩn. Pada kesempatan kali ini, kita akan melakukan bahasan kedua dari Tanda-tanda Qiyamah Kubro (Kiamat Besar). Kalau sebelumnya sudah dijelaskan tentang Tanda-Tanda Kiamat Besar, yaitu Al Mahdi (Imãm Mahdi), maka kali ini kita in syã Allõh akan membahas tentang Dajjal (Ad Dajjal) yang meliputi:

1) Arti “Dajjal”, dari mana asal katanya, dan mengapa disebut “Dajjal”.
2) Beberapa gejala menjelang munculnya Dajjal.
3) Ciri-ciri Dajjal,
4) Kehebatan / kedahsyatan (FitnahDajjal.
5) Sikap Ahlus Sunnah wal Jamã’ah terhadap munculnya Dajjal.
6) Do’a agar terhindar dari Dajjal.

Bahasannya agak panjang karena para ‘Ulama Ahlus Sunnah telah menulis secara khusus tentang Dajjal tersebut, misalnya adalah dalam Kitab “Al Masĩhud Ad Dajjãl” (Kisah Al Masĩh Ad Dajjal) karya Syaikh Nashiruddin Al Albãny رحمه الله. Bila saja dibacakan kitab itu, maka tidak akan cukup dalam waktu satu-dua jam. Oleh karena itu bahasan kita ini akan secara sederhana saja, dan akan kita pilih tema-temanya yang penting, dan mudah-mudahan itu adalah cukup. Adapun bagi yang ingin membahas atau mengetahuinya secara panjang-lebar, maka dipersilahkan untuk mempelajarinya lebih lanjut, karena tidak ada ‘Ilmu (dien) yang bersifat sempit, melainkan selalu bersifat luas.

Untuk kali ini, kita merujuk kepada Kitab yang ditulis oleh Syaikh Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor, judul kitabnya adalah “Al Yaumul Akhir”, didalamnya akan kita bahas hal-hal yang berkenaan dengan Dajjal, mudah-mudahan kita terhindar dari Fitnah Dajjal tersebut.

Dalam Kitab “Al Yaumul Akhir”, ternyata tidak sedikit bahasan berkenaan dengan “Dajjal”, yakni dari halaman 224 – 255. Jadi tidak kurang dari 30 halaman.

Arti “Dajjal”

Ad Dajjal” (الدجال) berasal dari kata : Dajala (دجل) – Dajlun (دجل) – artinya: “Kadzib (dusta)”. Bukan hanya berarti “dusta”, “Dajjal” bisa bermakna “Tamwĩhun (تمويه / tipu-daya)”. Karena memang “Ad Dajjal” adalah “penipu ulung”.

Ad Dajjal” juga disebut “Al Masĩh” (المسيح) karena “Mamsũhun” (ممسوح). “Al Masĩh” bermakna “Mamsũhun (terhapus)”, seolah-olah tidak bermata. Bahkan ada riwayat bahwa kedua mata Dajjal itu cacat. Dalam kitab-kitab Hadits disebutkan bahwa ciri Dajjal adalah “A‘war (أعور)”, yang berarti “bermata cacat”. Yang paling parah cacatnya adalah salah satu matanya. Menurut penjelasan ‘Ulama Ahlus Sunnah, yang paling parah cacatnya adalah mata sebelah kanan.

Sebagian ‘Ulama Ahlus Sunnah mengatakan bahwa mata Dajjal itu tertutup oleh bulu matanya. Sebagian ‘Ulama Ahlus Sunnah yang lain mengatakan bahwa mata kanan Dajjal tertutup oleh daging tumbuh diatas matanya. Lalu mata yang sebelahnya lagi, dijelaskan oleh para ‘Ulama Ahlus Sunnahadalah seperti mata ayamberwarna hijau dan menonjol ke depan. Dalam Hadits yang lain juga disebutkan seperti mata onta. Dengan demikian, disebut “Al Masĩh” karena “Dajjal itu matanya terhapus”, yaitu “terhapus dari kemampuan untuk melihat”.

Para ‘Ulama Ahlus Sunnah ada yang menjelaskan mengapa ia disebut “Dajjal”, dengan beberapa penjelasan antara lain sebagai berikut :

1) Dajjal adalah pendustaIa menutupi kebenaran dengan kebohongan. Maka bila ada seseorang tahu tentang sesuatu yang benar, lalu ditutupinya dengan kebohongan (dusta), maka sebenarnya ia sudah bersifat Dajjal. Maka para ‘Ulama Ahlus Sunnah terdahulu, bila ada orang yang memalsu Hadits dengan mengatas-namakan Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, ia juga disebut “Dajjal”. Bukan Dajjal sebagai makhluk, melainkan berkarakter dajjal. Sampai sekarang sebutan itu masih berlaku. Siapa saja yang berbohong dan kebohongannya itu tidak kepalang-tanggung, maka ia disebut dajjal.
2) Dajjal disebut juga At Tamwĩh. Dalam bahasa ArabDajjal berarti: emas yang digunakan untuk menutupi perak atau besi. Sehingga orang melihatnya seperti emas murni. Itulah tipu-daya.
3) Dajjal juga termasuk orang yang mengada-adaIa mengaku sebagai Illah (Tuhan). Makna Dajjal sesungguhnya akan kita ketahui dari sifat atau ciri-ciri yang akan kita bahas selanjutnya. Berarti sebetulnya ia adalah manusia, karena kita akan tahu bahwa ciri-cirinya adalah ciri-ciri manusia. Dan ia tidak pantas menjadi Illah (Tuhan).

Berarti sosoknya adalah sosok manusia. Ia adalah makhluk Allõh سبحانه وتعالى yang diturunkan untuk menjadi Fitnah (ujian)untuk menguji apakah manusia beriman ataukah tidak, apakah manusia mau mematuhi Syari’at Allõh سبحانه وتعالى ataukah tidak. Karena dalam bahasan selanjutnya, Ahlus Sunnah wal Jamã’ah kemudian akan diajari oleh Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم untuk bersikap bagaimana ketika mendengar bahwa Dajjal telah muncul. Jangan karena kita merasa diri kita sudah kuat imannya lalu ingin bertemu dengan Dajjal. Yang demikian itu adalah tidak boleh. Bahkan menurut Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, kita harus berdo’a kepada Allõh سبحانه وتعالى agar terhindar daripada Dajjal. Karena Fitnah Dajjal sangat besar dan kuat sekali. Jangankan orang yang imannya pas-pasan, sedangkan orang yang tingkat keimanannya sudah tinggi sekali pun tidak boleh berharap untuk bertemu dengan Dajjal, disebabkan karena dahsyatnya Fitnah Dajjal itu.

Beberapa gejala menjelang munculnya Dajjal

Ada beberapa gejala yang akan terjadi (yang diketahui berdasarkan dalĩl-dalĩl dari apa yang diberitakan oleh Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم), sebelum kemunculan Dajjal. Ternyata kaum muslimin ketika itu akan mengalami dua keadaan:
(a) Keadaan kuat, kokoh, berjaya selama tiga tahun, lalu diakhiri dengan keadaan
(b) tiga tahun kelaparan dan kekeringan. Itu menjelang munculnya Dajjal.

Hal ini sebagaimana dalam Hadĩts yang diriwayatkan oleh Al Imãm Abu Dãwud di dalam Sunnan-nya no: 4294 di-shohĩh-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny, dari Jubair bin Nufair رضي الله عنه, salah seorang Shohabat Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, ia berkata “Aku mendengar Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا فَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ فَتُنْصَرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ ثُمَّ تَرْجِعُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِى تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ النَّصْرَانِيَّةِ الصَّلِيبَ فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَجْمَعُ لِلْمَلْحَمَةِ

Artinya:
Kalian berdamai dengan Romawi dengan perdamaian yang aman. Lalu kalian akan berperang sedangkan mereka adalah musuh dari balik kalian. Lalu kalian akan menang dan mendapatkan ghonimah (rampasan perang), dan kalian akan selamat, kemudian akan kembali. Lalu akan sampai di suatu daerah yang bernama Dzitulul, dimana ada seorang dari kalangan Nashroni yang mengangkat salib dan mengatakan bahwa salib menang. Seorang dari kalian (kaum Muslimin) marah ketika dikatakan bahwa salib yang menang, sehingga orang Nashroni itu pun dibunuhnya. Lalu orang-orang Romawi itu akan menyalahi hasil kesepakatannya dari kaum muslimin dan berkumpul untuk peperangan.”

Juga dalam Hadits lain yakni Hadits riwayat Al Imãm Abu Dãwud no: 4293, di-shohĩh-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny, dari Shohabat Hasan bin Athiyyah رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

ويثور المسلمون إلى أسلحتهم فيقتتلون فيكرم الله تلك العصابة بالشهادة

Artinya:
Ketika ada berita bahwa orang Nashroni mengatakan bahwa mereka lah yang menang, maka kaum Muslimin pun melakukan suatu protes karena tidak puas terhadap mereka, sehingga kaum Muslimin berjatuhan terbunuh, maka Allõh سبحانه وتعالى memuliakan kelompok ini dengan mati syahid.”

Itulah peristiwa menjelang turunnya Dajjal.

Kemudian beberapa Hadits yang memberitakan tentang kekeringan dan kelaparan seperti yang dimaksudkan diatas, antara lain adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Al Imãm Ibnu Mãjah no: 4077 di-shohiih-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny dalam Kitab “Al Jãmi’ush Shoghĩr” no: 13833, sebuah Hadits yang panjang dari salah seorang Shohabat bernama Abu ‘Umãmah Al Bãhily رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda :

وَإِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلاَثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ ، يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ ، يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا ، وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ ، فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ مَطَرِهَا ، وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ نَبَاتِهَا ، ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ ، فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ ، فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ ، فَلاَ تُقْطِرُ قَطْرَةً ، وَيَأْمُرُ الأَرْضَ ، فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ ، فَلاَ تُنْبِتُ خَضْرَاءَ ، فَلاَ تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفٍ إِلاَّ هَلَكَتْ ، إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ ، قِيلَ : فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ ؟ قَالَ : التَّهْلِيلُ ، وَالتَّكْبِيرُ ، وَالتَّسْبِيحُ ، وَالتَّحْمِيدُ ، وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مُجْرَى الطَّعَامِ

Artinya:
Dan sesungguhnya sebelum munculnya Dajjal akan terjadi 3 (tiga) tahun, dimana 3 (tiga) tahun itu sangat dirasakan dahsyat dan sulit oleh manusia. Manusia selama 3 (tiga) tahun itu akan dilanda kelaparan yang amat sangat. Allõh سبحانه وتعالى memerintahkan langit pada tahun pertama: ‘Wahai awan, wahai langit hendaknya kamu tahan sepertiga air. Lalu Allõh سبحانه وتعالى memerintahkan bumi agar sepertiga penghasilannya jangan tumbuh. Kemudian Allõh سبحانه وتعالى menyuruh kepada langit pada tahun kedua agar dua pertiga air jangan turun ke bumi. Kemudian Allõh سبحانه وتعالى memerintahkan kepada bumi agar dua pertiga hasil bumi jangan keluar. Lalu pada tahun ketiga Allõh سبحانه وتعالى memerintahkan kepada langit agar seluruh air tidak turun ke bumi. Tidak ada satu tetes-pun air yang akan jatuh ke bumi. Kemudian Allõh سبحانه وتعالى memerintahkan kepada bumi agar tidak ada satu pun tumbuhan yang tumbuh. Maka tidak akan pernah tumbuh hijau di bumi. Bahkan rumput-pun tidak akan tumbuh. Semua yang tersisa pada tahun ketiga akan menjadi binasa, kecuali yang Allõh سبحانه وتعالى kehendaki.”
Lalu Shohabat bertanya : “Ya Rosũlullõh, apa yang akan dimakan oleh manusia ketika itu?”.
Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda: “Ketika itu manusia akan bertahmid, bertahlil, bertakbir, lalu yang demikian itu menimbulkan balasan Allõh سبحانه وتعالى berupa makanan.

Itulah peristiwa yang akan menjadi pendahuluan (muqoddimah) daripada turunnya Dajjal.

Ciri-ciri Dajjal

Di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al Imãm Abu Dãwud dalam “Sunnan Abu Dãwud” no: no: 4319, di-shohĩh-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny, dari Shohabat ‘Imrõn bin Hushoin رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ وَهْوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ

Artinya:
Barangsiapa yang mendengar munculnya Dajjal, menghindarlah. Demi Allõh, sungguh seorang laki-laki akan mendatangi Dajjal tersebut dengan anggapan bahwa ia orang yang beriman, lalu ia akan mengikuti Dajjal itu karena syubhat yang dimunculkannya.”

Karena Dajjal itu diantara kemampuannya adalah bisa mengeluarkan syubhat-syubhatsehingga orang yang beriman sekalipunakan terkecoh oleh syubhat yang dimunculkan oleh Dajjal, yang mana syubhat tersebut akan menimbulkan goncangnya keimanan orang yang beriman.

Itulah berita dari Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم dan secara umum Dajjal itu memberi Fitnah yang besar dan kuat sekali, karena ciri Dajjal adalah memunculkan Fitnah yang dahsyat.

Ciri-ciri yang detail juga dijelaskan oleh Shohabat ‘Abdullõh bin ‘Umar رضي الله عنه, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Shohĩh oleh Al Imãm Al Bukhõry no: 7128, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم dalam mimpinya melihat Dajjal, lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjelaskan Dajjal yang dilihat dalam mimpinya itu dengan sabdanya sebagai berikut :

ثُمَّ ذَهَبْتُ أَلْتَفِتُ فَإِذَا رَجُلٌ جَسِيمٌ أَحْمَرُ جَعْدُ الرَّأْسِ أَعْوَرُ الْعَيْنِ كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ قَالُوا هَذَا الدَّجَّالُ أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا ابْنُ قَطَنٍ رَجُلٌ مِنْ خُزَاعَةَ

Artinya:
“Ketika aku tidur, aku mimpi berthowaf di Ka’bah, lalu tiba-tiba aku bertemu dengan seseorang yang berbadan besar (– maksudnya: berbadan gemuk – pent.), berkulit merah (– maksudnya: bule –pent.) rambutnya kriting (kecil-kecil), matanya buta (sebelah) dan menonjol ke depan. Orang-orang berkata bahwa ini adalah Dajjal, mirip dengan Ibnu Qothon (– nama seseorang yang ketika itu mirip dengan Dajjal – pent.) yang berasal dari Bani ‘Khuzaa’ah.”

Dijelaskan pula Hadits Riwayat Al Imãm Abu Dãwud dalam “Sunnan Abu Dãwud” no: 4322 di-shohĩh-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny dalam Kitab “Misykatul Mashõbih” no: 5485, dari Shohabat ‘Ubãdah Ibnu Shommit رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنِّى قَدْ حَدَّثْتُكُمْ عَنِ الدَّجَّالِ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ لاَ تَعْقِلُوا إِنَّ مَسِيحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ قَصِيرٌ أَفْحَجُ جَعْدٌ أَعْوَرُ مَطْمُوسُ الْعَيْنِ لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْرَاءَ فَإِنْ أُلْبِسَ عَلَيْكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

Artinya:
Aku akan beritakan kepada kalian tentang Dajjal, tetapi aku khawatir kalian tidak bisa mencerna dengan akal kalian. Sesungguhnya Al Masĩh atau Dajjal itu seorang yang berbadan pendek gemuk, langkahnya jauh, rambutnya kriting, matanya buta, mata sebelah (kanan)-nya terhapus, tidak menonjol sekali dan tidak masuk sekali. Jika kalian tersamarkan, maka ketahuilah bahwa Robb kalian tidak buta sebelah.”

Selanjutnya Al Imãm As Suyũthy رحمه الله menjelaskan dalam Kitab “Al Jãmi’ush Shoghĩr”, di-shohiih-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny no: 4224, dari Shohabat ‘Ubãdah bin Shommit رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

إني حدثتكم عن الدجال حتى خشيت أن لا تعقلوا إن المسيح الدجال رجل قصير أفحج جعد أعور مطموس العين ليست بناتئة و لا حجراء فإن ألبس عليكم فاعلموا أن ربكم ليس بأعور و أنكم لن تروا ربكم حتى تموتوا

Artinya:
Aku akan beritakan kepada kalian tentang Dajjal, tetapi aku khawatir kalian tidak bisa mencerna dengan akal kalian. Sesungguhnya Al Masiih atau Dajjal itu seorang yang berbadan pendek, langkahnya jauh, rambutnya kriting, matanya buta, mata sebelah (kanan)-nya terhapus, tidak menonjol sekali dan tidak masuk sekali. Jika kalian tersamarkan, maka ketahuilah bahwa Robb kalian tidak buta sebelah dan sesungguhnya kalian tidak akan melihat Robb kalian sehingga kalian mati.”

Maksudnya, Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم menjelaskan tiga hal :
1) Dajjal itu bisa terlihat oleh manusia di dunia iniakan tetapi Allõh سبحانه وتعالى tidak akan bisa dilihat oleh manusia ketika manusia masih hidup di dunia.
2) Allõh سبحانه وتعالى tidak cacat, sedangkan Dajjal itu cacat.
3) Pada dahi Dajjal itu tertulis kata: “Kãfir (Kãf-fa-ro)”. Dan tulisan itu jelas sekali, sehingga setiap orang yang beriman akan bisa membacanya.

Berikutnya, di dalam Hadĩts yang diriwayatkan oleh Al Imãm Ibnu Hibban dalam “Shohĩh Ibnu Hibban” no: 6796 dan diriwayatkan oleh Al Imãm Ahmad dalam “Musnad”-nya no: 2148, menurut Syaikh Syu’aib Al Arnã’uth Hadit ini Shohĩh Lighoirihĩ, para perowinya tsĩqoh, termasuk para perowi Hadits-Hadits Shohĩh, dari Shohabat ‘Abdullõh bin ‘Abbas رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

في الدجال أعور هجان أزهر كان رأسه أصله أشبه الناس بعبد العزى بن قطن فأما هلك الهلك فإن ربكم تعالى ليس بأعور قال شعبة فحدثت به قتادة فحدثني بنحو من هذا

Artinya:
Pada Dajjal itu matanya buta sebelah, kulitnya putih bule, kepalanya mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qothn, kebinasaan atasnya. Sesungguhnya Robb kalian tidak buta…”

Dan seterusnya dijelaskan bagaimana mata Dajjal, tubuhnya, dan ada kemiripan dengan orang yang bernama Ibnu Qothn, sebagaimana disebutkan dalam Hadits diatas (sebelumnya).

Dalam Hadits Shohĩh Riwayat Al Imãm Al Bukhõry no: 7407, dari Shohabat ‘Abdullõh bin ‘Umar رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَخْفَى عَلَيْكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى عَيْنِهِ – وَإِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَة

Artinya:
Sesungguhnya Allõh itu tidak tersembunyi atas kalian. Sesungguhnya Allõh itu tidak buta sebelah — sembari Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم menunjuk kepada matanya — Dan sesungguhnya mata Dajjal itu buta sebelah kanannya, menonjol, berwarna gelap dan tak bersinar.”

Juga dalam Hadits Shohĩh Riwayat Al Imãm Muslim no: 7550, dari Shohabat Anas bin Mãlik رضي الله عنه bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

الدَّجَّالُ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ . ثُمَّ تَهَجَّاهَا ك ف ر  يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ

Artinya:
Dajjal itu mata kanannya terhapus dan tertulis diantara kedua matanya “kãf-fa-ro” (– maksudnya: ‘kãfir’ – pent.) yang bisa dibaca oleh setiap muslim.”

Dan dalam Hadits Shohĩh riwayat Al Imãm Al Bukhõry no: 7131, dari Anas bin Mãlik رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَا بَعَثَ اللَّهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَنْذَرَ قَوْمَهُ الْأَعْوَرَ الْكَذَّابَ

Artinya:
Tidak ada seoranag nabi pun yang Allõh utus diatas bumi ini kecuali nabi itu telah memberikan peringatan keras kepada ummatnya tentang Dajjal yang pendusta itu”.

Maksudnya, bahwa diperingatkannya tentang Dajjal itu bukan hanya oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم saja, tetapi juga oleh nabi-nabi sebelum beliau صلى الله عليه وسلم dimana mereka semua sudah memberikan peringatan tentang akan munculnya Dajjal.

Selanjutnya dalam Hadits Riwayat Al Imãm Muslim no: 7548, Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر

Artinya:
Dajjal itu matanya cacat, buta, sedangkan Allõh tidak cacat. Diantara dua mata Dajjal itu ada tulisan Kãf-fa-ro’.”

Sebagaimana penjelasan Al Imãm An Nawawy رحمه الله di dalam Kitab “Syarah Shohĩh Muslim” 18/60, beliau mengatakan, “Tulisan itu adalah sungguh-sungguh tulisan, bukan suatu hiasan. Merupakan tanda yang Allõh سبحانه وتعالى berikan dari tanda-tanda yang pasti tentang kekãfiran, kedustaan dan kebathilan Dajjal tersebut. Allõh سبحانه وتعالى menampakkannya bagi setiap Muslim, apakah Muslim itu bisa menulis ataukah tidak. Tetapi Allõh سبحانه وتعالى menyembunyikannya dari orang yang terkena fitnah oleh Dajjal (orang yang celaka). Tidak akan ada orang yang bisa membantah tentang hal itu.”

Di antara ciri-ciri Dajjal adalah ia makhluk yang mandul, tidak memiliki keturunan sebagaimana diriwayatkan oleh Al Imãm Muslim no: 2927, dari Shohabat Abu Sa’ĩd Al Khudry رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  هُوَ عَقِيمٌ لاَ يُولَدُ لَهُ

Artinya:
“…Dia (Dajjal) termasuk orang yang mandul, yang tidak diberikan anak oleh Allõh سبحانه وتعالى.”

Bahkan disebutkan bahwa Dajjal itu tidak bisa masuk ke Mekkah dan Madinah.

Hal itu sebagaimana dalam Hadĩts yang diriwayatkan oleh Al Imãm Al Bukhõry no: 1880 dan Al Imãm Muslim no: 1379, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلاَئِكَةٌ لاَ يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ ، وَلاَ الدَّجَّالُ

Artinya:
Di pinggir-pinggir perbatasan Madinah itu dijaga oleh malaikat yang tidak akan bisa dimasuki oleh Tho’un (penyakit menular) dan Dajjal”.

Dan dalam Hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Al Imãm Al Bukhõry no: 1879, dari Shohabat Abu Bakroh رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

لاََ يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ رُعْبُ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ لَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ بَابٍ مَلَكَانِ

Artinya:
Tidak akan masuk ke Madinah Al Masĩhu Dajjal. Ketika itu pada tujuh pintu masuk Madinah dan setiap pintu dijaga oleh dua malaikat.”

Lalu dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al Imãm Ahmad dalam “Musnad”-nya no: 9275, menurut Syaikh Syu’aib Al Arnã’uth Hadits ini Shohĩh dan Sanad Hadits ini Hasan dalam Mutãba’at (mengiringi Hadits lain), dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

يأتي المسيح من قبل المشرق وهمته المدينة حتى إذا جاء دبر أحد ضربت الملائكة وجهه قبل الشام هنالك يهلك وقال مرة صرفت الملائكة وجهه

Artinya:
“…Dajjal akan muncul dari arah sebelah timur dan ia sangat bersemangat untuk masuk kota Madinah, sampai ketika di balik gunung Uhud ditemui oleh malaikat lalu dipukullah muka Dajjal itu hingga ia terbang ke arah negeri Syam (Syiria). Kemudian di sana ia akan mati, di sana ia akan mati.
Kalimat ini diulang dua kali oleh beliau صلى الله عليه وسلم.

Dan dalam Hadits Shohĩh riwayat Al Imãm Al Bukhõry no: 7124 dan Al Imãm Muslim no: 2943 dari Anas bin Mãlik رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّينَ تَحْرُسُهَا فَيَنْزِلُ بِالسَّبَخَةِ فَتَرْجُفُ الْمَدِينَةُ ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ يَخْرُجُ إِلَيْهِ مِنْهَا كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

Artinya:
Tidak ada satu negeri pun diatas bumi ini kecuali akan diinjak oleh Dajjal, terkecuali Mekkah dan Madinah. Dan tidak ada perbatasan (gerbang), kecuali dijaga oleh malaikat yang berbaris menjaganya. Maka ketika Dajjal memasuki Sab’khoh (– daerah pinggiran Madinah – pent.), bergetarlah Madinah tiga kali dan dengannya keluar dari Madinah orang-orang kãfir dan orang munãfiq.”

Maka bila itu sudah terjadi, semua orang kãfir dan munãfiq akan keluar dari kota Mekkah dan Madinah, berarti yang tinggal disana hanyalah orang-orang yang beriman. Betapa mereka beruntung tinggal di dua kota tersebut.

Di mana tepatnya akan muncul Dajjal ?

Menurut Hadits yang diriwayatkan oleh Al Imãm At Turmudzy no: 2237, Al Imãm Ibnu Mãjah no: 4072, dan Al Imãm Ahmad no: 12, dan di-shohĩh-kan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albãny, dari Shohabat Abubakar As Siddĩq رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال لها خراسان يتبعه أقوام كان وجهوهم المجان المطرقة

Artinya:
Sesungguhnya Dajjal akan keluar dari bumi arah sebelah timur yang disebut Khurosan (– Persia, Iran – pent.), dan akan diikuti oleh kaum yang pada mukanya seolah terdapat tanda berwarna hitam dan keras.”

Berapa lama Dajjal akan tinggal di bumi ?

Di dalam Hadits Shohĩh yang diriwayatkan oleh Al Imãm Muslim no: 7560, dari Shohabat An Nawwas bin Sam’an رضي الله عنه, bahwa ketika ditanya oleh para Shohabat رضي الله عنهم tentang berapa lama Dajjal akan tinggal di bumi, maka Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:
40 (empatpuluh) hari. Dari 40 (empatpuluh) hari itu ada satu hari atas kehendak Allõh سبحانه وتعالى, dipanjangkan sampai lamanya sama dengan tigaratus enam puluh hari (360 hari). Setelah itu ada satu hari, yang lamanya seperti 30 (tiga puluh) hari. Lalu setelah itu ada satu hari yang lamanya seperti 7 (tujuh) hari. Lalu sisa harinya adalah seperti hari-hari kalian sekarang”.
Lalu para Shohabat رضي الله عنهم bertanya, “Ya Rosũlullõh, pada saat satu hari seperti setahun itu, cukupkah kami sholat seperti sholat kami sekarang ini?
Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidak, tetapi perhitungkanlah sepantasnya

Siapakah yang akan mengikuti Dajjal ?

Dalam Hadits riwayat Al Imãm Muslim no: 7579, dari Shohabat Anas bin Mãlik رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda,

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ

Artinya:
Orang yang mengikuti Dajjal dari kalangan Yahudi Asbahãn tidak kurang dari 70.000 (tujuhpuluh ribu) orang, diatas pundak mereka mengenakan syal.”

Terdapat pula penjelasan, bahwa yang mengikuti Dajjal itu adalah Yahudi, Wanita dan A’rob (Arab Gunung) sebagaimana diriwayatkan oleh Al Imãm Ath Thobrony dalam Kitabnya “Al Mu’jam Al Kabĩr” no: 19903, dari Shohabiyyah ‘Asma binti Yazĩd رضي الله عنها, sebagaimana berikut ini:

أَكْثَرُ مِنْ يَتْبَعُهُ الْيَهُودُ وَالنِّسَاءُ وَالأَعْرَابُ

Artinya:
Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal itu adalah Yahudi, Wanita dan A’rob (Arab Gunung).”

Juga terdapat keterangan melalui Abu Wã’il رضي الله عنه sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Kitabnya “Al Mushonnaf” no: 38682, bahwa terbanyak pengikut Dajjal adalah Yahudi dan anak-anak para Wanita pezina terang-terangan, sebagaimana berikut ini:

أَكْثَرُ أَتْبَاعِ الدَّجَّالِ الْيَهُودُ وَأَوْلاَدُ الْمُومِسَاتِ

Artinya:
Kebanyakan pengikut Dajjal adalah Yahudi dan anak-anak para wanita pezina terang-terangan.”

Apa Fitnah Dajjal ?

1) Dajjal berpindah-pindah tempat dengan cepat sekali

Ia bisa mengelilingi seluruh muka bumi ini, padahal hidupnya hanyalah 40 hari seperti yang telah disebutkan diatas. Ia adalah bagian daripada ciptaan Allõh سبحانه وتعالى, yang Fitnah tersebut adalah untuk menguji manusia pada saat itu, apakah manusia beriman pada-Nya ataukah tidak.

Dalam Hadits Shohĩh riwayat Al Imãm Muslim no: 7560, dari Shohabat An Nawwas Ibnu Sam’an رضي الله عنه, bahwa ketika ditanya oleh Shohabat tentang seberapa cepatnya Dajjal berjalan diatas permukaan bumi, maka Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِى طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ « مَا شَأْنُكُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِى طَائِفَةِ النَّخْلِ. فَقَالَ « غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِى عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِى عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّى أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِى الأَرْضِ قَالَ « أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِى كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ « لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِى الأَرْضِ قَالَ « كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِى عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِى الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِى كُنُوزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلاً مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّى قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِى لاَ يَدَانِ لأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِى إِلَى الطُّورِ…

Artinya:
Berkata Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم menyebutkan tentang Dajjal pada suatu hari. Beliau merendahkan dan beliau mengangkat suaranya, sehingga kami mengira beliau صلى الله عليه وسلم berada di kebun kurma. Ketika kami menemuinya, beliau صلى الله عليه وسلم mengetahui prasangka kami.
Maka beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada apa gerangan kalian?
Kami menjawab, “Ya Rosũlullõh, engkau menyebutkan Dajjal pada suatu pagi sambil engkau merendahkan dan mengangkat suara, sehingga kami mengira engkau berada di kebun kurma.
Kemudian beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Bukan Dajjal yang paling kutakuti pada kalian. Sesungguhnya jika dia (Dajjal) itu keluar sedang aku ditengah-tengah kalian, maka aku akan menjadi pembela kalian. Tetapi jika dia (Dajjal) itu keluar sedangkan aku tidak ditengah-tengah kalian, maka setiap orang hendaknya menjadi pelindung terhadap dirinya. Karena Allõh سبحانه وتعالى menjadi penggantiku terhadap setiap Muslim. Sesungguhnya dia (Dajjal) itu adalah seorang pemuda, yang rambutnya keriting, matanya menonjol ke depan. Aku perumpamakan dia dengan Abdul ‘Uzza Ibni Qothn. Maka barangsiapa yang sempat menemuinya dari kalian, maka bacakanlah padanya beberapa ayat pembuka dari Surat Al Kahfi. Sesungguhnya dia (Dajjal) itu akan keluar dari satu jalan diantara negeri Syam (– sekarang Syria – pent.) dan Iraq, maka dia akan merusak dengan cepatnya ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba-hamba Allõh سبحانه وتعالى, teguhlah kalian.”
Kami bertanya, “Berapa lama dia tinggal di bumi?
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “40 hari. 1 (satu) harinya seperti setahun. 1 (satu) harinya seperti 1 bulan. 1 (satu) harinya seperti 1 Jum’at, dan sisanya seperti hari-hari kalian.
Kami bertanya, “Wahai Rosũlullõh, hari yang engkau sebut bagaikan 1 tahun, cukupkah bagi kami untuk sholat sehari?
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Tidak, tetapi ukurlah sekedarnya.”
Kami bertanya, “Ya Rosũlullõh, bagaimana kecepatan berjalannya Dajjal itu di bumi?
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Bagaikan hujan dihempas angin. Dia (Dajjal) mendatangi suatu kaum, menyeru mereka lalu mereka beriman padanya dan memenuhi seruannya. Dia perintahkan langit, maka langit pun menurunkan hujan. Dia memerintahkan bumi, maka bumi pun menumbuhkan tetanaman; binatang piaraan menjadi gemuk dan kenyang dan melimpah air susunya. Kemudian dia datang pada suatu kaum lalu menyeru mereka, dan mereka pun memenuhi panggilannya, lalu dia berpaling sehingga keesokan harinya mereka dalam keadaan kekeringan dan tidak sedikitpun harta mereka yang tersisa. Lalu dia melewati suatu daerah bernama Khoribah dan mengatakan pada daerah tersebut, “Keluarkan olehmu simpanan berhargamu.”
Sehingga harta itu mengikutinya bagaikan segerombolan unta. 
Kemudian Dajjal memanggil seorang pemuda, lalu dipenggalnya dengan pedang, sehingga tubuh pemuda itu terbelah menjadi dua dan belahannya terlempar sejauh lemparan anak panah. Setelah itu, tubuh tersebut dipanggilnya kembali, lalu tubuh itu hidup lagi dan datang dengan wajah berseri-seri dan tertawa.
Ketika Dajjal sedang berbuat kerusakan seperti itu, Allõh سبحانه وتعالى mengutus ‘Isa Almasih bin Maryam عليه السلام. Lalu ‘Isa bin Maryam عليه السلام turun di dekat menara putih di sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian dua warna, sambil meletakkan dua telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Apabila dia tundukkan kepalanya, hujan pun turun. Apabila dia عليه السلام mengangkat kepalanya, maka butir-butir air seperti mutiara berjatuhan dari kepalanya. Orang kãfir tidaklah mencium bau nafasnya melainkan mati atau bau nafasnya bisa dicium sejauh mata memandang. Dia عليه السلام mencari Dajjal, sehingga ditemukannya di pintu gerbang Ludd, lalu Dajjal pun dibunuhnya.”
Kemudian suatu kaum mendatangi ‘Isa bin Maryam عليه السلام, yang mereka telah dilindungi Allõh سبحانه وتعالى dari Dajjal, sehingga ‘Isa bin Maryam عليه السلام pun mengusap wajah mereka dan berbicara tentang derajat mereka di surga. Ketika dalam keadaan seperti itu, Allõh سبحانه وتعالى mewahyukan kepada ‘Isa bin Maryam عليه السلام, bahwa sesungguhnya, “Aku (Allõh) telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada seorangpun bisa memerangi mereka, maka berlindunglah wahai hamba-Ku ke Gunung Thur…”

Lalu dari Hadits Shohĩh riwayat Al Imãm Al Bukhõry no: 1881 dan Al Imãm Muslim no: 2943, dari Shohabat Anas bin Mãlik رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda,

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

Artinya:
“Tidak ada suatu negeri pun kecuali akan diinjak oleh Dajjal, terkecuali Makkah dan Madinah. Dan tidak ada satu gerbang (pintu masuk) pun menujunya kecuali terdapat para malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian bergetarlah Madinah tiga kali, lalu Allõh keluarkan darinya setiap orang kãfir dan munãfiq.”

2) Surga Dajjal adalah neraka dan neraka Dajjal adalah surga

Dalam Hadits Shohĩh riwayat Al Imãm Muslim no: 7551, dari Shohabat Hudzaifah Ibnul Yaman رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ

Artinya:
Bersama Dajjal itu ada surga dan neraka. Neraka Dajjal adalah surga dan surga Dajjal adalah neraka.”

Dalam Hadits Shohĩh riwayat Al Imãm Al Bukhõry no: 7130 dan Al Imãm Muslim no: 7553 dari Hudzaifah Ibnul Yaman رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

عَنْ حُذَيْفَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ فِى الدَّجَّالِ  إِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَنَارُهُ مَاءٌ بَارِدٌ وَمَاؤُهُ نَارٌ فَلاَ تَهْلِكُوا

Artinya:
Dajjal akan membawa air dan api. Api itu akan menjadi air yang dingin dan airnya akan menjadi api. Maka hendaknya kalian jangan binasa oleh Fitnah ini.”

Jadi sebagaimana diuraikan dalam Hadits Shohĩh diatas, maka Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم telah memberikan pengajaran kepada kita bahwa: “Dajjal akan keluar dan ia akan membawa air dan api. Adapun yang terlihat orang seperti air, padahal sesungguhnya itu adalah api yang membakar. Adapun yang terlihat oleh orang seperti api, padahal sesungguhnya itu adalah air yang sejuk dan dingin. Barangsiapa yang mengalami hari seperti itu, hendaknya ia memilih api, itu adalah air yang sejuk dan layak untuk dinikmati.

Juga dari Hadits diatas, Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم telah menegaskan bahwa: “Sesungguhnya Dajjal itu akan membawa surga dan neraka. Yang dikatakannya surga, maka sesungguhnya itu adalah neraka.” Jadi hendaknya kaum Muslimin menyadari hal ini, agar tidak mudah tertipu oleh tipuan Dajjal, seberapa pun hebatnya tipuan tersebut.

3) Dajjal itu ternyata meminta pertolongan kepada syaithõn

Di dalam Hadits Shohĩh yang diriwayatkan oleh Al Imãm Al Hakim dari Hudzaifah Ibnul Yaman dan dari Abu ‘Umãmah Al Bahily رضي الله عنهما, sebagaimana tercantum dalam Kitab “Shohĩh Al Jãmi’ush Shoghĩr” karya Syaikh Nashiruddin Al Albãny no: 13833, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

و إن من فتنته أن معه جنة و نارا فناره جنة و جنته نار فمن ابتلي بناره فليستغث بالله و ليقرأ فواتح الكهف ( فتكون بردا و سلاما كما كانت النار على إبراهيم ) و إن من فتنته أن يقول للأعرابي : أرأيت إن بعثت لك أباك و أمك أتشهد أني ربك ؟ فيقول : نعم فيتمثل له شيطانان في صورة أبيه و أمه فيقولان : يا بني اتبعه فإنه ربك

Artinya:
Sesungguhnya diantara Fitnah Dajjal adalah bahwa dia akan menghadirkan surga dan neraka, maka nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Maka barangsiapa yang terfitnah dengan nerakanya maka ber-istighotsalah (memohon doa dan perlindungan) kepada Allõh dengan membaca beberapa ayat pembuka surat Al Kahfi, sehingga ayat-ayat ini akan menjadi pendingin yang menyelamatkan sebagaimana api menyelamatkan Nabi Ibrohim عليه السلام. Dan diantara Fitnahnya juga adalah Dajjal akan berkata kepada orang Arab dusun, “Wahai Fulan, bagaimana pendapatmu andaikata bapakmu dan ibumu aku hidupkan, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku ini adalah Robb (Tuhan)-mu?
Lalu orang yang lemah imannya akan mengatakan, “Ya.
Lalu syaithõn akan menjelma seperti bapak atau ibu orang itu dengan mengatakan,Wahai anakku ikutilah dia (Dajjal) karena ia adalah Robb-mu.”

Ternyata syaithõn membantu Dajjal untuk menipu manusia dengan mengakui Dajjal itu sebagai Robb (Tuhan)-nya.

4) Benda-benda mati atau hewan akan memenuhi apa yang diperintah Dajjal

Dalam Hadits Shohĩh diriwayatkan oleh Al Imãm Muslim no: 7560 dari An Nawwas Ibnu Sam’an رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِى عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِى الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِى كُنُوزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ

Artinya:
“Dajjal mendatangi orang-orang secepat hujan yang dihempas angin, lalu mendatangi suatu kaum, lalu Dajjal menyeru mereka, lalu mereka beriman padanya dan memenuhi seruannya. Lalu Dajjal pun memerintahkan kepada langit: ‘Wahai langit, hujanlah. Wahai Bumi tumbuhlah.’
Sehingga suburlah bumi, menumbuhkan tetanaman, mencukupi kebutuhan warganya. Kemudian Dajjal datang pada suatu kaum, menyeru mereka, lalu mereka membalas perkataannya lalu Dajjal pun berpaling meninggalkan mereka, kemudian di pagi hari mereka kehilangan semua harta yang mereka miliki. Lalu Dajjal melewati suatu daerah bernama Khorbah, kemudian berkata kepadanya: ‘Keluarkan harta terpendammu.’ Maka perut bumi pun mengeluarkan benda-benda terpendam itu, seperti halnya tunas-tunas pohon kurma.”

5) Dajjal akan menghidupkan dan mematikan orang

Dalam suatu Hadits Shohĩh berikut ini dijelaskan bahwa Fitnah Dajjal yang dahsyat itu diantaranya adalah bahwa ia dapat menghidupkan dan mematikan orang (– tentunya hal ini terjadi atas izin Allõh سبحانه وتعالى – pen.) :

Dalam Hadits Riwayat Al Imãm Muslim no: 7564, dari Shohabat Abu Sã’id Al Khudry رضي الله عنه, beliau berkata bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فَيَتَوَجَّهُ قِبَلَهُ رَجُلٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَتَلْقَاهُ الْمَسَالِحُ مَسَالِحُ الدَّجَّالِ فَيَقُولُونَ لَهُ أَيْنَ تَعْمِدُ فَيَقُولُ أَعْمِدُ إِلَى هَذَا الَّذِى خَرَجَ – قَالَ – فَيَقُولُونَ لَهُ أَوَمَا تُؤْمِنُ بِرَبِّنَا فَيَقُولُ مَا بِرَبِّنَا خَفَاءٌ. فَيَقُولُونَ اقْتُلُوهُ . فَيَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ أَلَيْسَ قَدْ نَهَاكُمْ رَبُّكُمْ أَنْ تَقْتُلُوا أَحَدًا دُونَهُ – قَالَ – فَيَنْطَلِقُونَ بِهِ إِلَى الدَّجَّالِ فَإِذَا رَآهُ الْمُؤْمِنُ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَذَا الدَّجَّالُ الَّذِى ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ فَيَأْمُرُ الدَّجَّالُ بِهِ فَيُشَبَّحُ فَيَقُولُ خُذُوهُ وَشُجُّوهُ. فَيُوسَعُ ظَهْرُهُ وَبَطْنُهُ ضَرْبًا – قَالَ – فَيَقُولُ أَوَمَا تُؤْمِنُ بِى قَالَ فَيَقُولُ أَنْتَ الْمَسِيحُ الْكَذَّابُ – قَالَ – فَيُؤْمَرُ بِهِ فَيُؤْشَرُ بِالْمِئْشَارِ مِنْ مَفْرِقِهِ حَتَّى يُفَرَّقَ بَيْنَ رِجْلَيْهِ – قَالَ – ثُمَّ يَمْشِى الدَّجَّالُ بَيْنَ الْقِطْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ قُمْ. فَيَسْتَوِى قَائِمًا – قَالَ – ثُمَّ يَقُولُ لَهُ أَتُؤْمِنُ بِى فَيَقُولُ مَا ازْدَدْتُ فِيكَ إِلاَّ بَصِيرَةً – قَالَ – ثُمَّ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لاَ يَفْعَلُ بَعْدِى بِأَحَدٍ مِنَ النَّاسِ – قَالَ – فَيَأْخُذُهُ الدَّجَّالُ لِيَذْبَحَهُ فَيُجْعَلَ مَا بَيْنَ رَقَبَتِهِ إِلَى تَرْقُوَتِهِ نُحَاسًا فَلاَ يَسْتَطِيعُ إِلَيْهِ سَبِيلاً – قَالَ – فَيَأْخُذُ بِيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فَيَقْذِفُ بِهِ فَيَحْسِبُ النَّاسُ أَنَّمَا قَذَفَهُ إِلَى النَّارِ وَإِنَّمَا أُلْقِىَ فِى الْجَنَّةِ ». فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هَذَا أَعْظَمُ النَّاسِ شَهَادَةً عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِينَ 

Artinya:
“Kelak Dajjal akan muncul, lalu ada seorang laki-laki mukmin ingin mendatanginya, tetapi laki-laki itu dihadang oleh pasukan Dajjal. Mereka bertanya kepada laki-laki itu, “Mau kemana kamu?
Laki-laki itu menjawab, “Aku akan mendatangi Dajjal yang telah muncul.
Mereka bertanya kepada laki-laki itu, “Apakah kamu tidak mempercayai Tuhan kami?
Laki-laki itu menjawab, “Robb kami (Allõh سبحانه وتعالى) tidak pernah kami ragukan.
Kata mereka, “Bunuhlah orang ini!
Lalu sesama mereka mengatakan, “Bukankah Tuhan kalian (Dajjal) melarang kalian membunuh seseorang tanpa ada dia disini?
Kemudian mereka membawa laki-laki itu kepada Dajjal. Ketika laki-laki itu melihat Dajjal, dia mengatakan, “Hai sekalian manusia, ini adalah Dajjal yang dituturkan oleh Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم.”
Kemudian Dajjal memerintahkan anak buahnya untuk membelenggu laki-laki itu. Setelah laki-laki itu dibelenggu, Dajjal memberi perintah, “Siksa dia dan belahlah tubuhnya!
Maka, punggungnya dipisahkan dengan perutnya.
Lalu Dajjal bertanya pada orang yang disiksa itu, “Kau masih juga tidak mempercayaiku?
Laki-laki itu menjawab, “Kamu memang Dajjal, si pembohong besar.
Lalu Dajjal menyuruh anak buahnya untuk menggergaji laki-laki itu, maka digergajilah laki-laki itu diantara kedua pangkal pahanya sehingga tubuhnya terbelah dua. Setelah itu Dajjal berjalan diantara belahan tubuh itu.
Lalu Dajjal berkata, “Bangkitlah!
Maka, tubuh itu bangkit.
Dajjal bertanya lagi, “Apakah kamu mempercayaiku?
Laki-laki itu menjawab, “Aku hanya semakin yakin bahwa kamu adalah Dajjal.
Kemudian laki-laki mukmin itu mengatakan, “Wahai sekalian manusia, setelah aku ini, Dajjal tidak lagi menyiksa seseorang pun.”
Lalu laki-laki itu dipegang kemudian disembelih oleh Dajjal, tetapi tiba-tiba seluruh lehernya tertutup oleh tembaga, sehingga Dajjal tidak bisa menyembelihnya. Maka, Dajjal memegang kedua tangan dan kaki laki-laki itu, kemudian Dajjal melemparkannya. Orang-orang mengira bahwa laki-laki itu dilemparkan ke neraka, tetapi pada hakikatnya dia dilemparkan ke surga Allõh سبحانه وتعالى.
Itulah orang yang paling agung kesaksiannya disisi Allõh سبحانه وتعالى.”

Bila Dajjal muncul, apa yang harus kita lakukan ?

Sebagaimana diberitakan dalam Hadits yang telah kita kaji diatas secara panjang lebar, yakni Hadits Riwayat Al Imãm Muslim no: 7560, dari Shohabat An Nawwas Ibnu Sam’an رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:
Bukan Dajjal yang paling kutakuti pada kalian. Sesungguhnya jika dia (Dajjal) itu keluar sedang aku ditengah-tengah kalian, maka aku akan menjadi pembela kalian. Tetapi jika dia (Dajjal) itu keluar sedangkan aku tidak ditengah-tengah kalian, maka setiap orang hendaknya menjadi pelindung terhadap dirinya. Karena Allõh سبحانه وتعالى menjadi penggantiku terhadap setiap Muslim. Sesungguh dia (Dajjal) itu adalah seorang pemuda, yang rambutnya keriting, matanya menonjol ke depan. Aku perumpamakan dengan Abdul ‘Uzza Ibni Qothn. Maka barangsiapa yang sempat menemuinya dari kalian, maka bacakanlah padanya beberapa ayat pembuka dari Surat Al Kahfi. Sesungguhnya dia (Dajjal) itu akan keluar dari satu jalan diantara negeri Syam (– sekarang Syria – pent.) dan Iraq, maka dia akan merusak dengan cepatnya ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba-hamba Allõh سبحانه وتعالى, teguhlah kalian.”

Juga dalam Hadits Shohĩh Riwayat Al Imãm Muslim no: 1919, dari Shohabat Abud Darda رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya:
Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat Surat Al Kahfi (– dalam riwayat yang lain, bisa awal atau bisa akhir surat – pen.), maka Allõh سبحانه وتعالى akan melindunginya dari fitnah Dajjal.

Dalam Hadits Shohĩh Riwayat Al Imãm Muslim no: 1361, dari Shohabat ‘Abdullõh bin Abbas رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم mengajarkan do’a agar terhindar dari Fitnah Dajjal sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allõhumma innã na’ũdzu bika min ‘adzãbi jahannama, wa a’ũdzu bika min ‘adzzabil qobri, wa a’ũdzu bika min fitnatil masĩhid dajjãli, wa a’ũdzu bika min fitnal mahyã wal mamãt. ”

Artinya:
Ya Allõh, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah ad dajjãl dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian.”

Do’a ini dibaca pada Tasyahhũd Akhir di setiap sholat.

Demikianlah tentang Fitnah Ad Dajjal. Adapun ‘aqĩdah kita sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamã’ahberkenaan dengan masalah Dajjal telah dijelaskan oleh Al Imãm An Nawawy رحمه الله dalam “Syarah Shohĩh Al Imãm Muslim”, diantara penjelasannya adalah sebagai berikut:
Hadits-hadits yang disebutkan oleh Al Imãm Muslim dan yang lainnya tentang Dajjal, merupakan hujjah bagi Madzhab Ahlil Haq (Ahlus Sunnah wal Jamã’ah), tentang kebenaran akan munculnya Dajjal. Dan ia merupakan manusia yang Allõh سبحانه وتعالى uji manusia itu dengannya. Dan Allõh سبحانه وتعالى berikan ia (Dajjal) beberapa kemampuan, diantaranya menghidupkan orang mati yang ia bunuh sendiri, kemudian ia akan memunculkan tumbuhan menjadi subur, membawa surga, neraka dan ia bisa menggali harta-harta terpendam, memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, memerintahkan kepada bumi untuk menumbuhkan tumbuhan, dan seterusnya. Kemudian Dajjal akan dibunuh oleh ‘Isa bin Maryam عليه السلام. Allõh سبحانه وتعالى akan tetapkan, teguhkan orang-orang yang beriman. Ini adalah Madzhab Ahlus Sunnah wal Jamã’ah.”

Kemudian dalam Hadits Riwayat Al Imãm Muslim no: 2922, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِىُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِىٌّ خَلْفِى فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ. إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

Artinya:
Tidak akan tegak Hari Kiamat sehingga kaum Muslim memerangi Yahudi. Sehingga pada suatu ketika, bersembunyilah Yahudi dibalik batu dan pohon, kemudian batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim hamba Allõh, ini Yahudi di belakangku. Kemari, bunuhlah dia’. Kecuali pohon Al Ghorqod, sesungguhnya dia adalah pohon Yahudi.”

Ahlus Sunnah meyakini seperti tersebut diatas, bahwa Dajjal akan muncul dan Dajjal itu berwujud manusia. Adapun yang mengingkari akan munculnya Dajjal adalah Khawarij, Jahmiyah, dan Mu’tazilah.

Pada intinya, Dajjal adalah tanda hari Kiamat yang dahsyat dan memberi Fitnah serta menggoncangkan Iman, bukan saja bagi orang-orang awam, bahkan bagi orang-orang yang mengaku dirinya beriman kuat kepada Allooh سبحانه وتعالى. Yang perlu diingat adalah tuntunan Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, apabila mendengar Dajjal, maka sebelum terjadinya, kaum Muslimin harus menghindarkan diri dan berdo’a, serta menghafalkan Surat Al Kahfi, minimal 10 (sepuluh) ayat, di awal atau akhir suratnya. Dan jangan coba-coba ingin bertemu dengannya.

Mudah-mudahan Allõh سبحانه وتعالى senantiasa menghindarkan kita dari Fitnah Jahannam, dari Fitnah Adzab Kubur, dari Fitnah Al Masĩh Ad Dajjal serta dari Fitnahnya hidup dan mati.

TANYA JAWAB

Pertanyaan:

Berkenaan dengan mempercayai Dajjal, apakah berarti kita harus mempercayai yang Ghoib (termasuk Dajjal)?

Jawaban:

Perkara Ghoib ada dua: Ghoib Mutlaq dan Ghoib Muqoyyad.

Yang termasuk Ghoib Mutlaq adalah beriman kepada Allõh سبحانه وتعالى, malaikatsurganerakaadzab (siksa) kubur, termasuk perkara-perkara yang akan terjadi di masa datang. Dajjal adalah bagian yang diberitakan oleh Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, bahwa ia akan muncul pada suatu masa. Maka itu adalah perkara Ghoib, yang kita wajib mengimaninya.

Pertanyaan:

Bagaimana membedakan Al Masĩhud Dajjãl dengan Al Masĩh dalam arti Nabi ‘Isa عليه السلام?

Jawaban:

Al Masĩh Ad Dajjãl, maknanya adalah: “Mamsũh”. Artinya: “terhapus, tidak bermata, menutupi kebathilan”, dsbnya.

Sedangkan Al Masĩh Nabi ‘Isa عليه السلام, maknanya adalah “Al Mãsĩh”. Artinya adalah: “yang menghapus, yang menumpas”. Dajjal akan ditumpas oleh ‘Isa bin Maryam عليه السلام.

Pertanyaan:

Dajjal itu berjenis laki-laki atau perempuan?

Jawaban:

Seperti disebutkan dalam Hadits Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, Dajjal itu adalah “Rojulun” artinya: “seorang laki-laki”.

Mengenai masalah Dajjal, para ahli Hadits mengatakan bahwa semua Hadits-Haditsnya sampai pada derajat Muttawãtir, berarti sangat autentik, sama dengan Al Qur’anTidak boleh ada Muslim yang mengingkari adanya Dajjal. Kaum Muslimin wajib mengimani munculnya Ad Dajjal.

Pertanyaan:

Apakah Dajjal itu keturunan dari seseorang?

Jawaban :

Tentang Dajjal, dalam Hadits-Hadits tidak disebutkan tentang nasabnya. Berbeda denganImãm Mahdi yang disebutkan nasabnya, maka untuk Dajjal tidak disebutkan.

Karenanya, itu adalah masalah Ghoib. Dan perkara yang Ghoib tidak lah berdasarkan penelitian atau analisa, tetapi berdasarkan Khobar (Wahyu / Dalĩl). Apabila khobar-nya tidak menjelaskan tentang silsilah atau nasab-nya, maka kita tidak boleh mengada-ada tentang hal ini.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan sebutan Dajjal bagi orang-orang yang memerangi Iraq misalnya?

Jawaban:

Sudah disampaikan diatas bahwa sekarang ada sebutan Dajjal, tetapi dalam arti “berkarakter dajjal”. Sebelum muncul Ad Dajjãl yang sesungguhnya, maka yang ada adalah dajjal sebagai karakter, perilaku. Jadi kalau disebutkan diatas bahwa pemalsu Hadits disebut sebagai “Dajjal”, maksudnya adalah ia itu berkarakter, berperilaku seperti Dajjal, yakni: melakukan kedustaan yang amat sangat besar.

Kalau ada orang mengakui bahwa Al Islãm itu benar, Nahsroni juga benar, Yahudi juga benar, maka orang itu kãfir. Sebab yang benar adalah seperti firman Allõh سبحانه وتعالى dalam QS. Ãli ‘Imrõn (3) ayat 19:

 إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

(Sesungguhnya dien yang benar di sisi Allõh سبحانه وتعالى adalah Al Islãm).

Maka berbahaya sekali, karena terdapat kaidah bahwa orang yang tidak meng-kãfirkan orang kãfir yang telah jelas kekafirannya (seperti Yahudi, Nashroni), maka ia pun terancam kãfir; karena berarti ia tidak percaya / mengingkari firman Allõh سبحانه وتعالى dalam QS. Ãli ‘Imrõn (3) ayat 19 diatas.

Bagaimana halnya dengan orang yang membenarkan ajaran kekufuran? Misalnya Presiden Negara Kãfir itu seorang kãfir, akan tetapi dianggapnya sebagai saudara sehingga dikatakannya kepada orang yang jelas kãfir tersebut sebagai “saudara kita”. Perkataan seperti ini adalah tidak boleh bagi seorang Muslim untuk menyatakan demikian. Karena kalau ia telah jelas seorang kãfir, maka jelas-jelas ia bukan saudara kita sesama muslim.

Menurut ‘aqĩdah Ahlus Sunnah wal Jamã’ah hanya satu dien yang benar, yakni: Al Islãm. Dan yang benar dari Islam adalah Ahlus Sunnah wal Jamã’ah.

Maka, misalnya orang-orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi sesudah Rosũlullõhصلى الله عليه وسلم berarti orang yang mengaku demikian itu seyogyanya adalah “dajjal” dalam artian sebagai karakter. Ia berkarakter dan berperilaku dajjal.

Termasuk juga dukun, paranormal, tukang sihir; ini semua adalah dajjal dalam arti “karakter”.

Pertanyaan:

Turunnya Dajjal dengan Hari Kiamat berapa tahun lagi?

Jawaban :

Tentang berapa tahun lagi Kiamat sesudah munculnya Dajjal, jawaban Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم ketika ditanya para Shohabat tentang kapankah Hari Kiamat? Maka jawaban beliau صلى الله عليه وسلم adalah balik bertanya kepada para Shohabat: “Apa yang sudah kalian persiapkan menghadapi Kiamat?

Hal ini adalah sebagaimana dalam Hadits Riwayat Al Imãm Al Bukhõry no: 5705 dan Al Imãm Muslim no: 2639, dari Shohabat Anas bin Mãlik رضي الله عنه, ia berkata :

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَتَى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صَوْمٍ وَلَا صَدَقَةٍ وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Artinya:
“Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, “Kapankah hari kiamat terjadi wahai Rosũlullõh?
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya?
Laki-laki itu menjawab, “Aku tidak mempersiapkan banyak sholat, shoum, ataupun sedekah, namun aku mencintai Allõh dan Rosũl-Nya.”
Maka beliau صلى الله عليه وسلم bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai.”

Dengan demikian, jawaban pertanyaan berapa tahun lagi Hari Kiamat itu adalah hanya Allõhسبحانه وتعالى yang Maha Mengetahui.

Kiamat datang dengan tiba-tiba. Yang penting diperhatikan oleh setiap diri kita adalah apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi mati dan menghadapi Hari Kiamat tersebut, yakni berupa: imandan amal shõlih.

Pertanyaan:

Mohon penjelasan atas keterangan bahwa Dajjal membawa surga dan neraka, apakah itu sebagai arti kiasan? Sebab seperti sudah diterangkan bahwa surga dan neraka itu luasnya seluas langit dan bumi.

Jawaban:

Seperti disebutkan dan dijelaskan oleh Hadits-hadits, yang dimaksud surga itu ternyata air dan neraka adalah apiYang dibawa Dajjal adalah api dan air.

Kata Dajjal, air itu surga, padahal itu adalah neraka. Maka sabda Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم agar kalian memilih api, karena api itu akan menjadi air (surga). Jadi yang disebutkan dalam Hadits adalah Dajjal membawa air dan membawa api. Yang dimaksud air adalah sumber kehidupan. Allõh سبحانه وتعالى jadikan dari air itu segala sesuatu hidup. Maka diperintahkan oleh Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم pilihlah “nerakanya” atau “api”-nya Dajjal.

Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, Senin malam, 10 Rabbi’ul Awwal 1429 H – 17 Maret 2008 M.

 

Add Comment